Telisik Jauh Munculnya Olahraga Gulat Di Dunia

Pasti kalian pernah dengar bukan mengenai olahraga yang satu ini. dimana, olahraga ini sekaligus menjadi salah satu ajang kesenian bela diri juga. Dimana, pertandingan olahraganya ini lebih mirip dengan WWE. Untuk pertahanan diri tidak menggunakan kelengkapan lainnya semacam Body Protector untuk tubuh. Gulat sendiri ialah olahraga yang menggunakan kontak fisik diantara 2 orang yang saling melawan, menjatuhkan atau juga mengontrol dari masing-masing lawan tersebut. Mengenai teknik-teknik yang ada pada olahraga ini ialah Joint Lock, Clinch Fighting, Grappling Hold, serta Levarge. Teknik-yeknik ini sendiri merupakan teknik yang sangat berbahaya. Sudah terbukti, banyak sudah pegulat dunia memiliki sejarah panjang dan menjadi atlit olahraga olimpik ini yang lebih dari 100 tahun.

Sejarah Kemunculan Olahraga Gulat

Di China, sejak tahun 2500 SM olahraga gulat ini sudah menjadi mata pelajaran di seluruh sekolah yang ada. Lalu tahun 2050 SM gulat juga sudah dipelajari oleh orang-orang Mesir. Dari olimpiade kuno, Gulat sudah di nobatkan langsung pada acara Pentahlon. Dimana, acaranya memiliki arti Penta ( 5), lalu Athlon ( Pertunjukan ) jadi, ini adalah kontes dimana akan menunjukan 5 acara yang berbeda-beda. Olimpiade l – 1896 di Athena dengan adanya Gaya Yunani Romawilah yang menjadi suatu acara pertandingan tersendiri.

Masuklah pada olimpiade lll , 1904 – Los Angeles, Amerika Serikat, pertandingan ini sendiri hanyalah untuk gaya Cathras Catch can saja. Namun, di Olimpiade lV – 1908, Inggris, pertandingan gulat ini harus di mainkan dalam 2 gaya seperti gaya Yunani Romawi dengan Catehras Catch can. Untuk peraturan gulat yang Internasionalnya, barulah hadir pada Olimpiade ke Xl tahun 1936 di wilayah Eropa, Berlin – Jerman.

Sebelum terjadinya perang dunia ll, Indonesia sendiri juga mengenal baik gulat secara Internasional. Di bawanya gulat ini oleh tentarqa Belanda. Tepat tahun 1941-1945, pertandingan ini hadir ketika Indonesia di duduki langsung oleh para penjajah Jepang, yang waktu itu Jepang menghadirkan seni bela dirinya seperti Judo, Sumo serta Kempo yang menghiasi Negara Indonesia ini. lambat laun, pertandingan gulat ini sendiri juga sudah hilang dan tepatnya di tanggal 7 Februari 1960 telah di dirikannya sebuah organisasi gulat amatir di Indonesia ini dengan memiliki nama Persatuan Gulat Seluruh Indonesia.

Untuk di Indonesia sendiri, pertama kali gulat ini diadakan secara resmi ketika adanya PON V pada tahun 1961 yang beradaq di Bandung. Lalu, setelahnya barulah muncul pada tahun 1962 di Asian Games lV Jakarta, dengan menurunkan banyak sekali pegulat asal Indonesia ini. kelasnya diambil dari kg 52 – 97 kg. dan masa itu sendiri, Indonesia hanya mendapatkan 1 mendali perunggu melalui pegulat Mujari di kelas pas 52 kg dan 1 lagi adalah Rachman Firdaus di berat 63 kg. kedua pegulat Indonesia ini kala itu bertanding memakai gaya Yunani Romawi.

Peraturan Pertandingan Olahraga Gulat

Karena ini adalah pertandingan kesenian bela diri, maka wajib memiliki sebuah aturan yang di ikuti dari setiap pemainnya. seperti ini peraturannya :

  • Gulat Kecil /Mini usianya 6 hingga 12 Tahun.
  • Pegulat anak-anak usiannya dari 13 hingga 16 tahun.
  • Pegulat junior masuk di usia 17 hingga 20 tahun.
  • Pegulat senior masuk dari 20 tahun – up.

Pertandingan olahraga gulat ini sendiri dilakukannya di atas matras yang empuk dengan ukurannya 12x12m yang langsung di sesuaikan dengan peraturan Internasionalnya, dari FILA yang sudah di sahkan oleh PGSI. Walau tidak memiliki Body Protector, namun pertandingan ini harus menggunakan baju dari gulat Internasional ( Namanya Wrestling Suit ) yang di sesuaikan warna baju dari sudut dirinya berada. Antara merah dengan Biru. Wasit nantinya akan berada di antara kedua pegulat yang berada di Lingkaran tengah dengan melakukan sebuah aba-aba dan sesaat pegulat sedang diam, wasit akan berteriak Open dan seketika daerah serangan di buka oleh wasit maka dari situ pegulat pada bisa untuk melakukan serangan satu sama lain.

Dalam melakukan serangan ini, tentu saja di perinah langsung oleh wasit dengan menyebutkan kata Action dan juga Contact jika pegulat tidak menjalankan apa yang wasit perintahkan, maka, wasit akan memberhentikan pertandingan tersebut dan memberikan sebuah peringatan bagi para atlit nya. Olimpic Games tahun 1964 ini di Tokyo – Jepang, memulai waktu menjadi 3 x3 menit untuk di jatuhkan, sebelum pertandingan itu berlangsung kurang lebihnya selama 12 menit dan pegulat lainnya di nyatakan kalah jatuhan bila pundaknya mengenai lantai di dalam hitungan ke 10.

Kelas- Kelas Pada Pertandingan Olahraga Gulat

Sama halnya juga dengan olahraga bela diri lainnya yang memakai gaya ukur dari pertandingan itu sendiri, namun aka nada perbedaan pastinya mengenai hal ini dengan olahraga yang lainnya.

Nah, untuk olahraga gulat sendiri, di bagi menjadi 2 pertandingan dengan 2 gaya yakni Bebas dan satu lagi adalah Yunani – Romawi yang dari masing-masing gaya ini akan meliputi kelas di mulai dari :

  • Kelas dengan berat 48 kg.
  • Kelas dengan berat 52 kg.
  • Kelas dengan berat 57 kg.
  • Kelas dengan berat 62 kg.
  • Kelas dengan berat 68 kg.
  • Kelas dengan berat 74 kg.
  • Kelas dengan berat 82 kg.
  • Kelas dengan berat 90 kg.
  • Kelas dengan berat 100 kg.
  • Kelas dengan berat 100 kg + .

Kelas ni pun dilaksanakan karena, agar nantinya para petarung bisa melawan dengan berat yang sama sehingga tidak adanya yang diuntungkan dari sebelah pihak saja. Jadinya, jalan pertanfdingan tetap aman dan pastinya lancer juga.

Atlit Gulat Yang Sudah Terkenal

Dalam gaya pertama, yakni gaya bebas. Atlet-atlet yang ada di Negara Rusia ini jauh lebihg bersinar di badningkan atlit yang ada di Negara lainnya. Atlit yang Berjaya pada masa itu ialah Nalchik, Bilyal Makhov yang berhasil untuk menjuarai 3 gelar juara dunia untuk kelas <120 kg. meraih mendali perunggu saat di Olimpiade London. Makhov sendiri seharusnya bisa lanjut dalam olimpiade Beijing tahun 2008 silam, akan tetapi semua itu berubah ketika dirinya mengalami keracunan makanan saat berada di pusat latihan. Dan di ketahui beberapa bulan kedepannya bahwa dirinya keracunan bubuk mercuri.

Di dalam wawancara ini sendiri, Makhov juga telah menegaskan bahwasannya tidak benar-benar ingin membicarakan Insiden tersebut, akena jika nanti di teruskan bisa berakibat menyalahkan seseorang saja. Padahal kan, dirinya sama waktu itu makan dari panic sama dengan para atlit yang lainnya pad pusat pelatihan yang ada. Dan disini pun posisi saya ( Makhov ) menaruh kue diatas piring dengan sendirinya. Jadi, seharusnya semua atlet ini bisa untuk kena keracunan juga. Dan jika di lanjut, nantinya pihak penegak hokum akan mudah merusak reputasi orang yang saya sayangi ini.

Continue Reading